jemariku
menghitung lalu mereka berkata "cca , terlalu banyak dia berkorban untuk
senyumanmu"
aku hanya terdiam mendengarnya seolah telingaku tuli
dan aku kembali menyimpan jemariku
mereka menunduk mematuhi perintah saraf sadarku
dalam hatiku semua rasa berkecambuk
fikirku saling menghujam seolah tak ingin ada yang kalah
hingga akhirnya aku berkata "aku terlalu egois"
aku hanya terdiam mendengarnya seolah telingaku tuli
dan aku kembali menyimpan jemariku
mereka menunduk mematuhi perintah saraf sadarku
dalam hatiku semua rasa berkecambuk
fikirku saling menghujam seolah tak ingin ada yang kalah
hingga akhirnya aku berkata "aku terlalu egois"

0 komentar:
Posting Komentar