Mie instan,
baik goreng ataupun kuah, telah menjadi makanan utama bagi sebagian
besar masyarakat indonesia, apalagi bagi anak kuliahan yang lagi ngekost
di akhir bulan dimana isi dompet lagi pas-pasan atau waktu ada kuliah pagi eh malah telat bangun nggak
sempat sarapan (saya pernah beberapa kali. hehe), tak ada pilihan selain
menyantap mie instan. Praktis, enak, dan relatif murah.
Namun tak bisa
dipungkiri mie instan dipenuhi segudang zat yang merugikan tubuh. Mulai
dari MSG, kandungan karbohidrat berlebih, minimnya gizi, dll. Tapi
tenang saja, walaupun mie instan tetap tidak sesehat makanan lainnya,
tentunya masih ada cara untuk mengurangi dampak negatifnya.
- Gunakan hanya setengah takaran bumbunya, setengah atau bahkan sepertiga dari bumbu yang disediakan dalam bungkus sudah cukup untuk melezatkan mie instan tersebut. Menggunakan satu bungkus penuh akan membuat rasanya terlalu tajam untuk orang normal. Gunakan hanya setengahnya, ganti selebihnya dengan garam, merica, atau kecap asin.
- Untuk mie kuah, sebaiknya jangan gunakan air yang anda gunakan untuk merebus mie sebagai kuah. Dapat anda lihat, air bekas rebusan berwarna kuning keputihan. Banyak zat berbahaya yang terkandung dalam air tersebut. Sebaiknya ganti air bekas rebusan tersebut dengan air matang dan panaskan kembali namun tidak sampai mendidih supaya dapat langsung anda santap.
- Tambahkan lauk, mie instan sangat minim gizi. Hanya terdiri sebagian besar dari karbohidrat. Tambahkan bahan-bahan yang ada untuk melengkapi gizinya, misalnya telur, tahu, dll.
- Tambahkan sayur, sayur dapat menetralisir racun-racun yang ada dalam bumbu mie instan. Namun yang perlu diperhatikan, tambahkan sayur setelah mie siap disantap. Suhu tinggi dapat merusak kandungan gizi sayur.
Tapi kalo udah
kepepet ga punya duit, diusahakan jangan sampe nggak makan Sob, ntar
malah sakit lagi, makan mie aja dan terapkan tips no 1 atau 2. (tapi
jangan sering-sering makan mie juga, kalo berlebihan juga nggak baik,
kata dosennya temen saya entar bisa kena disleksia, dispraksia,
dan diskalkulia, apa itu? googling aja, hehe)
